image

foto: suaramerdeka.com/dok

04 Februari 2018 | 17:19 WIB | Sinema

Serendipity, Memfilmkan Novel

JAKARTA, suaramerdeka.com- Memfilmkan novel sukses memang gampang-gampang susah. Apalagi novel berkategori best-seller. Sutradara Indra Gunawan yang sukses memfilmkan novel karya Erisca Febriani, Dear Nathan, kembali bekerja sama untuk novel kedua Erisca berujudul Serendipity. 

Serendipity, dalam film ini diartikan sebagai berkah baik, atau mendapatkan sesuatu yang bernilai. Berkah itu bisa berupa kekasih atau pacar yang tidak pernah disangka kehadirannya. Novel Serendipity juga bercerita tentang kebetulan dan berkah baik ini. Dalam versi filmnya, sisi drama relasi cinta diklaim disajikan dengan menarik dan sangat menyentuh di film imi. 

“Serendipity tidak hanya cerita cinta remaja. Tapi cerita masa lalu keluarga menjadi drama yang sangat menyentuh. Drama dan romantisme cinta tokoh-tokoh di Serendipity lebih lengkap,” jelas Indra Gunawan, selaku sutradara di Jakarta, akhir pekan ini. 

Virgo Putra Films menyebut sampai cetakan ke-3, novel Serendipity sudah terjual sebanyak 40 ribu eksemplar. Dan pihak penerbit juga sepakat akan memproduksi ulang cetakan cetakan ke-4 untuk menyambut rilis filmnya. 

Penggemar novel Serendipity, menurut Indra juga tak kalah militan. Itu sebabnya, ia optimis film garapannya kali ini juga akan direspons positf. Di media sosial, rencana rilis film mau pun cetakan ulang novel juga ditunggu penggemar. Sebagaimana ditulis akun @hikmatul_razila, yang menulis: Alhamdulillah... Jadi ga sabaran lihat keras dan arogannya Arkan. 

Serendipity diperani oleh tiga remaja yang memiliki basis penggemar cukup besar. Mereka adalah Maxime Boutier, Mawar Eva de Jongh, dan Kenny Austin. Di film ini ketiganya memerankan karakter-karakter unik untuk peran anak sekolah. 

Film Serendipity juga dibintangi Nadira Octova, Naomi Paulinda, Gunawan, Dian Nitami, Marissa Nasution. Bagi Indra Gunawan, film Serendipity kembali menjadi tantangan tersendiri dalam karier penyutradaraannya. Indra kembali menyutradarai novel laris dengan penggemar fanatik. 

Banyak dari pembaca novel berharap, karya filmnya lebih dramatis dan romantis. Film Serendipity juga menandai kembalinya rumah produksi Virgo Putra Films. Terakhir, Virgo memperoduksi film di tahun 2008, via film berjudul Realita, Cinta dan Rock’n Roll. Serendipity menjadi film ke-72 dari Virgo Films setelah lama vakum berproduksi. 

“Serendipity ini jadi tantangan buat Virgo untuk kembali dan memproduksi film untuk penonton anak muda dan keluarga," jelas Ferry Angriawan selaku produser. 

(Benny Benke /SMNetwork /CN40 )

ENTERTAINMENT TERKINI