|
Dalam hal solidaritas antar umat beragama, kita diharapkan menjalankannya dengan ikhlas dan jujur, demi utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebaiknya dalam implementasinya adalah dengan semangat “beda agama tetapi satu iman” namun kadang-kadang dalam satu agama saja banyak yang beda iman.
Demikian dikatakan Budi Praptono (Ketua Forum Komunikasi Sosial Merah Putih Bersatu) dalam Dialog Bersama dengan tema Kembalikan Indonesiaku …Titik! Yang digelar “Garda Bangsa Merah Putih” dan Komite Ekonomi Kerakyatan Damai Sejahtera DPW Jawa Barat di Kediaman Mariawati Hadisuwito di Jalan Kembar Baru 44 Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
Menurut Budi, di muka bumi ini spiritual diwadahi oleh agama. Kewajiban agama adalah mengantarkan umatnya kedalam spiritual yang sempurna (Kepada Tuhan), bukan sebaliknya malah menjadikan agama, yang menjadi Tuhannya.
Buah dari spiritual yang sempurna adalah ketakwaan(kebaikan) dan amal saleh (sosial). Hakekat tugas agama adalah membebaskan umat dari belenggu dunia, agar selanjutnya bergantung, pasrah dan selalu meminta petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Kuasa” Kata Budi, yang juga Dosen Institut Teknologi Telkom.
Menurut Budi yang Lulusan Teknik Industri dan Magister Manajemen ITB, orang yang beragama dan memiliki spiritual kepada Tuhan memiliki output yaitu “Hade tekad,hade ucap,hade lampah (baik hati/tekad, baik ucapan dan baik-konsisten- dalam perbuatan/langkah-red)”
Sependapat dengan Budi, Agus Hanafi Kusuma Soeseno, Ketua Garda Bangsa Merah Putih, mengatakan semangat spiritualitas yang ditekankan dalam Pancasila menjadi hancur berantakan, krisis ekonomi lokal menjadikan bangsa ini bangsa yang sangat miskin.
Krisis Pancasila memberikan dampak disintegrasi yang sangat besar yang melahirkan kembali Jong Java, Jong Batak, Jong Poso, Jong Ambon, Jong Madura dan lain sebagainya” Kata Agus.
Integritas yang dahulunya sangat kokoh, menjadi lumpuh dengan kesempitan beragama diantara penganutnya. Identitas masyarakat yang dahulu menghasilkan konsepJong Indonesia menjadi hilang dan sangat malu untuk mengakui kredibilitas diri yang sesungguhnya” Tambah Agus.
Agus menghimbau semua elemen masyarakat Nusantara untuk mengembalikan bangsa Indonesia menajdi bangsa besar sesuai dengan ruh bangsa yang sebenarnya.
Kembalikan Merah Putih-ku!” Tegas Agus.
Spiritualitas, bukan agama Dalam kesempatan terpisah, Anand Krishna (Salah Seorang Tokoh Spiritual Indonesia) mengapresiasi kegatan dan isi dialog diatas. Ia memberikan penghargaan yang tinggi kepada para muda-mudi yang telah bangkit dan saat ini sedang berjuang untuk mengembalikan spiritualitas dalam tata-kenegaraan.
“…spiritualitas dan bukan agama...” Kata Anand.
Menurut Anand, Agama hanyalah wahana untuk mengantar kita (manusia-red) pada spiritualitas, salah satu diantara sekian banyak wahana.
“Einstein menggunakan wahana fisika murni, demikian pula dengan hawking... dan banyak ilmuwan tulen lainnya.... spiritualitas adalah pencapaian....” Kata Anand lewat jaringan sosial pertemanan Facebook Penulis.
“Saat mencapai spritulaitas, kendaraan mesti diparkir di depan pintu... Masih ingat pertemuan Baginda Rasul dengan Gusti Allah? Jibril mesti menunggu di luar...” Sambung Anand.
Menurut Anand, spiritualitas seperti inilah yang dimaksud dalam butir pertama pancasila…bukan Tuhan, tetapi ketuhanan.
“Para founding fathers kita sunguh luar biasa. Para politisi sekarang tidak memahami mereka. Sayang! Tapi, para pemuda mesti bangkit, sekarang dan saat ini juga...” Katanya.
“Salam Kasih dan sembah sujudku bagi para muda-mudi yang telah bangkit dan saat ini sedang berjuang untuk mengembalikan spiritualitas dalam tata-kenegaraan, sekali lagi, spiritualitas dan bukan agama..” Kata Anand Krishna mengakhiri tanggapannya.
Kembali ke cerita dialog, selain dihadiri Penulis, dialog bersama dengan tema “Kembalikan Indonesiaku …Titik!” diatas dihadiri juga Mariawati Hadisuwito,( Wakil Ketua Komite Ekonomi Kerakyatan Damai Sejahtera DPW Jawa Barat), Janto Widjaja ( Trainer Kepemimpinan, Motivator Berpikir Positif), Ari Mulyana (Ketua Forsi Pekerja dan Buruh), Cynthia Margitta ( Aktivis Perempuan,Politisi Muda), AA Mulyana, Nasrul Bastian, Hendrik (Politisi Muda) dan Agus Doni Aktivis LSM.
Nurdin S Drajat, Aktivis Pemuda, Sekretaris Eksekutif Forum Komunikasi Sosial Merah Putih Bersatu.
Views: 1068
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - All right reserved |