Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Golput; Sikap Politik Non-demokratis PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 6
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Aaqir   
15-12-2008,
Visi dan misi masing-masing calon untuk membangun bangsa tidak sama sehingga ia tidak bisa menetukan mana yang layak dipilih, atau juga karena sama sekali tidak tahu arti dan pentingnya adanya sebuah pemimpin negara sehingga akhirnya “golput”lah yang menjadi sasaran alternatif. Padahal –secara demokratis- negara sudah memberikan haknya bagi tiap-tiap warga untuk memberikan hak pilihnya.

Jadi, kalau hak ini tidak dimanfatkan berarti ia menyia-nyiakan haknya sendiri. Sedangkan menyia-nyiakan haknya sendiri -secara demokrsi bahkan dalam agama tidak diperbolehkan- bagi komonitas “golput”, golongan putih, sikap ini dianggap cara yang lebih baik dan sangat demokratis bahkan dianggap bagian dari sikap bernuansa politik.

Logika sederhanya, adalah bahwa “golput” berpandangan bahwa jika masing-msing calon presiden tidak dianggap layak untuk dipilih maka lebih baik negara ini kosong dari seorang pemimpin. Jika demikian, maka gawat negara kita bisa hancur berantakan. Apakah kita menginginkn keadaan negara kita demikian? Kalau tidak mengapa harus “ Golput”.

Dalam agama saja sikap seperti itu tidak diperbolehkan, bahkan di dalam hadis ada anjuran jika di antara kalian bertiga bepergian maka pilihlah salah satu di antara kalian sebagai pemimpin. Ini menunjukkan supaya ada yang mengatur. Apalagi dalam sebuah negara yang cukup besar dengan penduduk yang cukup banyak.

Oleh karena itu, diharapkan pada pilpres 2009 tidak ada lagi “golput”, semua masyarakat harus menggunakan hak pilihnya agar pemilihan berlangsung dengan sehat dan demokratis.

Sekarang bukanlah masa sebagaimana orde baru, sekarang sudah terbuka bagi siapapun, tidak ada seorangpun yang mendapat
tekanan dari pemerintah, semuanya harus berjalan secara demokratis dan konstitusional.

Kalau masa orde baru pemilihannya cukup diwakilkan pada wakil rakyat, bukan pemilihan langsung. Itupun tidak cukup mewakili semua aspirasi rakyat karena hasil pemilihannya tidak sesui dengan harapan rakyat, sikap memihak pada kalompoknya masih mendominasi dan tidak demokratis. Bahkan tidak konstitusional. Oleh karena itu, perjuangan keras para wakil rakyat untuk mewujudkan negara yang demokratis harus dihargai dan betul-betul dimanfaatkan sebagimana mestinya.

Jika kita perhatikan perjungan para wakil rakyat untuk mewujudkan negara yang demokratis maka masyarakat akan sadar bahwa itu bukanlah perjuangan yang mudah ditempuh; harus mengorbankan jiwa raga, pikiran dan semacamnya. Oleh karena itu, saya sebagai rakyat bawah mengharapkan pada Pilpres 2009 tidak ada lagi yang namanya ”golput” dan semuanya harus berjalan secara konstitusional.

Views: 4690

Komentar (17)
RSS comments
1. 24-03-2009 00:25, 00:25
demorasi
kalu bcara soal pemilu, negara terlalu bodoh mengadakan pemluh sepert sekarang, buktnya walaupun pemimpnya dipih rayat tetap sama sepertii yang d pilih mpr, mallahan negara harus mengeluarkan banyak biaya untu pemulu, padahal kalau biaya itu untu pendidikan bisa sangat membantu, lagi pula yang tau tentang calon presiden ittu seperti apa yang jelas mpr lebih tau ketmbang rakyat, apalagi rakkyat yang tidak perna tw tentang politik,, kalopun untuk alasan demokrasi, ya tunggu negara sudah punya banyak duit baru dilasanakan/ rakyatnya udah pintar menilai...
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2. 06-01-2009 05:46, 05:46
bali ndeso
yaowisben sing penting ora milih dadi sakarepe wae. mungkin perlu dipikir pilihan gubernur/bupati yang gak kebanyakan partai, dua partai cukup plus independen.mungkin hasilnya lebih baik dan aspirasinya tidak kebanyakan buat orang bingung lupa sama janji sewaktu kampanya.
Guest
yanto
3. 06-01-2009 05:45, 05:45
bali ndeso
yaowisben sing penting ora milih dadi sakarepe wae. mungkin perlu dipikir pilihan gubernur/bupati yang gak kebanyakan partai, dua partai cukup plus independen.
Guest
yanto
4. 24-12-2008 12:49, 12:49
pingin ikut2an
He he he... R.Cahyo S, dapet komisi berapa, boss? Caranya NYOLU gimana, mbok saya diajari...!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
5. 22-12-2008 10:08, 10:08
memilih = haram (bagi saya)
Tidak memilih adalah pilihan. Sebenarnya yang perlu dikaji adalah "mengapa" angka golput sekarang sedemikian tinggi. Golput adalah suatu akibat, reaksi rakyat atau apa namanya, dari keadaan dan kondisi sekarang. Kalau saya harus memilih partai, caleg atau presiden, pertanyaannya adalah : Partai mana yang layak dipilih, siapa yang pantas jadi wakil di legislatif, dan siapa presiden yang bisa memenuhi harapan2 rakyat? Apakah saudara penulis bisa menjamin bahwa mereka adalah orang2 yang amanah. BUKTI bahwa partai lebih berpikir kepartaian, anggota legislatif adalah kumpulan koruptor, dan presiden terpilihpun tak kunjung dapat memenuhi harapan rakyat. Maka memilih hal buruk adalah HARAM untuk saya...!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
6. 20-12-2008 02:09, 02:09
Mestine Mobil Asal Ngglundung
Lha wong ynag dipakai beli mobil uang rakyat, mestinya mobilnya asal ngglundung saja. Yang penting bisa mengantar Pak Gubernur dari tempat A ke B, tidak macet di jalan, AC-nya nyala, kan sudah cukup.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
7. 19-12-2008 21:11, 21:11
Resiko salah pilih
Kalau kita mau jujur maka golput adalah sikap lari dari tanggung jawab. Dalam pilkada maupun pemilu maka siapa yang golput baik itu tokoh masyarakat maupun masyarakat adalah orang-orang yang tidak berani bertanggung jawab apa yang jadi pilihannya.
Dan parahnya lagi bila ada yang golput gara-gara tidak masuk dalam daftar calon pejabat .
Perlu diingat bahwa memang itulah calon pemimpin yang ditawarkan pada kita. Maka bila merasa semua pilihan jelek berusahalah memilih yang terbaik dari yang juelek-juelek itu, jangan golput.
Untuk SBY-JK saya tidak kenal dengan mereka dan tidak diuntungkan maupun dirugikan dengan pasangan ini, tapi menurut saya mereka masih yang terbaik dari pada presiden setelah era ORDE BARU.
Bila Bp gubernur beli mobil mewah ada benarnya, supaya saat bali ndeso dapat cerita pada wong ndeso bahwa beliau sudah sukses jadi gubernur dan pakai mobil mewah. Pasti banyak yang kepengen.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
8. 19-12-2008 10:33, 10:33
Golput = kejujuran
Golput adalah sebuah fenomena. Tanpa di iklankan besar besaran tapi pengikutnya semakin besar bahkan sering menang Pilkada di mana mana. Pasti ada yang risih dan merasa tergangu tapi kita tidak bisa melarang orang untuk Golput. Justru Golput adalah sebuah kujujuran dan sikap politik yang pasti. Tentu kita tidak bisa datang ke tempat pencoblosan dengan rasa bimbang dan tanpa keikhlasan. Untuk apa milih Caleg kalau hati kita tidak rela dan bimbang karena pada dasarnya sudah tidak percaya dengan janji gombalnya. Yang Golput biarlah golput dan kalau kita Golput juga nggak perlu ngajak dan menganjurkan.Kembali ke nurani kita.Jangan ikut ikutan dan jangan coba coba memvonis Golput itu dosa. Kalau dosa urusannya dengan Tuhan dong.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
9. 17-12-2008 14:22, 14:22
Golput
Tidak menggunakan hak pilih bagi setiap individu bisa bermacam-macam alasan dan pertimbangannya.
 
Tidak boleh negara melakukan pemaksaan penggunaan hak pilih, karena hal itu akan merubah status "hak" menjadi "kewajiban".
 
Tidak boleh pula mencampuradukkan masalah agama (dalam hal ini islam) dengan permasalahan hak pilih, karena demokrasi itu sendiri tidak ada dalam islam.
 
Terlebih lagi sampai muncul ide fatwa haram untuk "tidak menggunakan hak pilih", konsekuensinya bagi yang tidak memilih bisa berdosa (atau masuk neraka) gara-gara tidak menggunakan hak pilih.
 
Lantas bagaimana dengan penganut agama lain di indonesia, apakah mereka juga terkena fatwa haram jika tidak menggunakan hak pilih ? 
Kalau tidak, lantas dimana letak keadilan jika yang moslem tidak memilih konsekuensinya berdosa sedangkan penganut agama lain tidak ? sedangkan konsep dosa dari masing-masing agama juga berbeda... sepertinya pemimpin negara ini sudah kebingungan, bagaimana cara mencari dukungan rakyat.
 
Untuk mendapatkan dukungan rakyat, cukup buktikan dengan kerja nyata yang mendukung rakyat, jadikan rakyat makmur sejahtera, perbaiki akhlak para pemimpin. InsyaAllah tanpa dipaksa, rakyat akan dengan senang hati mendukung anda.
 
* Saat ini saya memilih untuk TIDAK MENGGUNAKAN HAK PILIH 
* TIDAK MEMILIH adalah SUATU PILIHAN
Guest
Taufiq
10. 16-12-2008 11:06, 11:06
Golput
yang namanya hak, itu kan boleh tidak diambil, tetapi bagi pemberi hak wajib diberikan kepada penerimanya, kalau memilih itu hak maka boleh tidak memilih, tetapi kalau memilih itu wajib meninggalkannya adalah haram. barangkali demikian yang diketahui orang awam. tentang sebuah hadits yang menggambarkan harus punya pemimpin, itu adalah benar tetapi apabila yang diharapkan tidak sesuai atau muncul dikancah para pemimpin apakah harus memaksa seseorang untuk memilihnya, padahal secara nurani dia tidak sesuai dengan keinginannya. tentu bahasa nurani lebih jujur dari bahasanya para jurkam. nuwun.
Registered
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...