Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Jembatan Kartini Semarang Mirip Piano PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 4
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Muhajir Arrosyid   
14-11-2008,
Sebuah ironi, karena jembatan yang mengenaskan ini hanya berjarak sekitar satu kilometer di sebelah barat Masjid Agung Jawa Tengah yang menjulang indah.

Jembatan Kartini memiliki panjang sekitar 120 meter dan lebar 2 meter yang bahannya didominasi kayu. Hanya beberapa saja yang berbahan logam; penyangga dan pengaman di kanan-kiri. Selebihnya bahan jembatan terdiri atas kayu; tiang penyangga dan alas jembatan. Kayu-kayu itu direkatkan dengan besi menggunakan mur.

Jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Semarang Timur dan Kecamatan Gayamsari ini setiap pagi antara pukul 06.30-08.00 WIB saat jam berangkat kerja dan sore hari pukul 16.30-18.00 WIB saat jam pulang kerja dipadati pemakai jalan.

Sebagaian besar pengguna jembatan adalah pesepeda motor, selebihnya pejalan kaki dan pesepeda. Pengamatan yang dilakukan oleh penulis selama lima belas menit pada Jum’at (24/10) pukul 07.15-07.30 WIB tercatat 540 sepeda motor melewati jembatan ini.

Karena sempit, kadang terjadi kemacetan. Pengguna jembatan sering kali berhenti di tengah jembatan atau berjalan dengan menyemut.

Karena ramai, partai peserta pemilu melihat peluang ini. Setidaknya ada tiga partai yang memasang atribut mereka di kanan kiri jembatan.

Tidak layak
Jembatan ini tidak layak pakai dan membahayakan. Namun, mengapa sampai sekarang masih diminati masyarakat? Ini adalah bukti kalau jembatan tersebut sangat dibutuhkan. Masyarakat menilai mengunakan jembatan ini dirasa lebih praktis karena perjalanan lebih cepat.

Yang unik dari jembatan ini adalah penamaan yang diberikan oleh masyarakat. Ada yang menyebutnya jembatan piano, ada yang menyebut jembatan was-was. Yang paling menggelikan dan kurangajar adalah sebutan jembatan neraka.

Disebut jembatan piano karena setiap kali dilewati timbul suara yang keras, meskipun tentu tidak seindah alunan piano. Suara ini ditimbulkan karena rekatan antara kayu dan besi penyanga kurang kuat, maka setiap kali dilewati, kayu alas berbenturan dengan besi penyangga dan kayu yang lain, timbulah suara itu.

Ada yang menyebut dengan sebutan jembatan was-was. Pasalnya, setiap melewati jembatan ini kita harus dalam kehati-hatian tingkat tinggi. Seringkali terdapat lubang sekitar dua puluh lima sentimeter.

Lubang tidak berada di satu tempat saja. Suatu hari di sebelah barat, setelah yang sebelah barat diperbaiki, esok harinya disebelah tengah, sebelah tengah diperbaiki esok harinya bolong disebelah timur. Jembatan ini sering bolong karena bahan kayu yang digunakan untuk alas adalah kayu-kayu sisa yang direkatkan mengunakan paku.

Karena penggunaan jembatan yang padat maka paku-paku mudah lepas. Pengguna jembatan senantiasa harus hati-hati kalau tidak ingin terperosok di sungai. Tidak salah pula jembatan ini diberi nama jembatan was-was.

Jembatan Kartini, ada pula yang menyebutnya jembatan neraka. Mereka mengibaratkan melewati jembatan ini adalah melewati neraka. Jika tidak berhati-hati akan terperosok ke sungai. Apalagi saat hujan, jembatan yang beralaskan kayu dan sisa-sisa aspal ini sangat licin.

Dari sebutan-sebutan yang diberikan  masyarakat tergambar bagaimana bahayanya jembatan ini. Kayu yang hanya direkatkan mengunakan paku bisa saja lepas pada pagi hari maupun sore hari saat jembatan ini sedang dalam keadaan arus yang padat.

Walaupun kita tidak mengharapkan, kerusakan yang tiba-tiba sangat mungkin terjadi dan akan mengakibatkan kecelakaan. Tiang penyangga yang terbuat dari kayu memiliki kemungkinan rapuh. Kalau kayu penyangga patah saat arus padat, atau terjadi kemacetan di atas jembatan, dapat dibayangkan, akan terjadi kecelakaan masal.

Kewajiban pemerintah
Di sebelah selatan jembatan yang memprihatinkan tersebut sudah dibangun jembatan penggati. Namun pembangunan jembatan yang rencananya berukuran 120 meter dan lebar 9 meter, baru sampai pada tahap pembuatan beton penyangga. Sudah sekitar satu tahun bangunan jembatan berhenti dan belum tahu kapan akan dilanjutkan.

Berbagai media mengabarkan, proses pembangunan Jembatan Kartini dipastikan akan mundur. Hal ini dikarenakan belum adanya rangka baja yang merupakan salah satu komponen utama jembatan. Pemerintah Spanyol yang akan membantu rangka baja tidak jadi mengirim dengan alasan adanya kekurangan syarat pengajuan bantuan oleh pemerintah Indonesia. Mengapa pembangunan sesuatu hal yang penting harus menunggu bantuan dari luar negeri?

Jembatan merupakan harkat hidup orang banyak yang harus diselengarakan dan dipelihara oleh negara.

Sebagaimana diketahui, masyarakat membayar pajak kepada pemerintah. Pajak tersebut dioperasikan untuk menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, termasuk seperti pembangunan Jembatan Kartini yang sangat diperlukan oleh masyarakat banyak.

Kalau seandainya tidak mampu membuat jembatan dengan ukuran besar, mengapa tidak memperbaikinya atau menggantinya dengan yang ukuran kecil saja?

Demi keselamatan, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah cepat sebelum kejadian buruk terjadi. Langkah-langkah yang perlu diambil misalnya meninjau ulang kekuatan jembatan yang sekarang masih dipergunakan. Jika memang sudah tidak layak, pemerintah perlu menutup sementara dan dengan segera menggantinya dengan yang lebih layak dan lebih aman. Keselamatan warga harap menjadi perhatian.


Muhajir Arrosyid, editor IKIP PGRI Semarang Press. Mahasiswa Pasca Sarjana Megister Ilmu Susastra Universitas Diponegoro Semarang.


Views: 2961

Komentar (5)
RSS comments
1. 11-01-2010 06:31, 06:31
apik
haaaaaaaa klo lwat situ 5 kudu ngguyu wka wkawka :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin :grin
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2. 19-05-2009 15:06, 15:06
Mestinya di jaga ya...
:zzz di rawat dan di jaga siapa aja jga blh.. ga usah nunggu dari pemda :zzz
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
3. 12-01-2009 17:43, 17:43
prihatin
Dari dulu jembatan itu selalu dipakai banyak orang. tapi kenapa pemerintah tidak segera memperbaikinya? padahal jembatan itu sangat penting bagi masyarakat atau penggunanya, salah satu buktinya, padahal jembatan tersebut bisa dibilang tidak layak pakai tetapi pemakainnyapun sampai sekarang masih banyak itu adalah bukti yang jelas kalau jembatan tersebut termasuk jembatan yang diperhitungkan.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
4. 18-11-2008 00:17, 00:17
syukur
adanya kok mengeluh semuanya, 
mbok ya bersyukur! 
 
kalau emang ga mau lewat jembatan piano, 
ga usah lewat! 
 
gitu aja kok repot, 
salam katrok!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
5. 17-11-2008 09:34, 09:34
ParaH
emang bener sekali,jembatan kayak gt kok ndak segera diperbaiki,kasian no para pengguna jalan disitu,lom lagi banyak paku yg sering membuat ban motor bocor or rusak, Penerangan nya mana nich,dulu saya pribadi sempat memasang lampu penerangan sepanjang jembatan tersebut dan ini dr pribadi saya sendiri, eh nggak taunya usianya cuman seminggu doang,ada yg dimaling lampunya ada pula yg diembat tiang nya,kayaknya pemerintah sekarang ini acuh tak acuh dan banyak alaesan aja untuk memperbaikinya, semua bisa dilaksanakan dan ada jalan keluarnya jika didasarai dengan niat.Bisanya cuman niat Korupsi doang yg digedheČ in.
Cape dech....
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Judul:
Komentar:



Kode:* Code


AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - All right reserved

Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...