Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Pro-Kontra Hukuman Mati bagi Trio Bom Bali I PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 43
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Begawan Wibisono   
03-11-2008,
Mereka menjadi sorotan sekaligus sensasi besar di kalangan masyarakat Indonesia bahkan dunia internasional, meskipun peristiwa tersebut sudah terjadi sekian tahun yang lalu. Mereka adalah orang-orang yang sebentar lagi akan dieksekusi di hadapan regu tembak pada awal bulan November tahun ini.

Jika kita sekilas menilik peristiwa bom Bali I, dimana puluhan orang telah menjadi korban dan ratusan lainnya menderita luka-luka. Bagaimana pula dengan keluarga yang ditinggal mati. Bila yang meninggal adalah seorang suami sekaligus ayah bagi anak-anaknya, lalu siapa yang akan menafkahi keluarga tersebut? Jika yang meninggal adalah seorang istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya, lantas siapa yang akan memberikan kasih sayang dan merawat keluarga? Berapa banyak orang yang harus kehilangan mata pencaharian sekaligus masa depannya karena dirinya kini menjadi cacat tetap seumur hidup? Orang–orang tak bersalah, yang tidak tahu apa-apa turut menjadi korban peristiwa tersebut.

Jika ada yang berpendapat bahwa sebuah perjuangan harus ada yang dikorbankan, lantas apa yang sedang mereka perjuangkan? Sebuah kehidupan yang lebih baik kah? Lantas, mengapa yang harus menjadi korban bukan diri mereka sendiri (para pelaku peledakan itu ) atau sanak keluarga mereka atau orang-orang terdekat mereka, tapi justru orang-orang yang tak tahu apa-apa?

Itulah pertanyaan sekaligus pernyataan dari mereka yang tidak setuju dan menentang peristiwa pengeboman tersebut; dan sampai sekarang masih menyimpan duka dan luka batin karena kehilangan orang yang dicintai.

Dari sekian banyak yang menentang, ada juga yang mendukung dan setuju dengan langkah yang diambil oleh Trio bom Bali tersebut. Berbagai simpati dan dukungan terus mengalir untuk menentang pelaksanaan eksekusi di awal bulan ini.

Di Solo, Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) KH Abu Bakar Ba'asyir menegaskan penolakannya terhadap eksekusi mati bagi tiga terpidana kasus bom Bali I. Ba'asyir mengatakan, putusan eksekusi tersebut merupakan putusan zalim yang dilakukan pemerintah dan tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya. "Jelas ini telah melanggar prinsip dasar hukum UUD 1945 Pasal 28 ayat (1) dan Pasal 1 KUHP," kata Ba'asyir.

Pengasuh pondok pesantren Ngruki, Solo, itu mengatakan bahwa tiga terpidana tersebut bukan merupakan teroris, namun seorang mujahid. Dia mengatakan, meski dirinya berbeda pandangan dengan tiga terpidana soal jihad, namun mereka tetap mujahid karena tujuannya suci.

Selanjutnya kyai yang masih kelihatan bugar dan berwibawa tersebut menegaskan bahwa umat Islam boleh bereaksi. Namun jangan sampai menimbulkan kerusakan. Dan harus diingat, pemerintah punya kewajiban untuk menghukum mati pelaku teror terhadap umat Islam di Poso, Ambon, Lampung dan Tanjung Priok, lanjut Ba’asyir.

Kita tentu sangat setuju dengan pernyataan Ba’asyir tentang konsekuensi yang harus diterima bagi para pelaku teror dan kejahatan, termasuk korupsi, pelecehan seksual, pemerasan, dan tindakan-tindakan zalim lainnya terutama yang dilakukan para wakil rakyat dan petinggi negara.

Bukan saja dari pihak Ba’asyir, dukungan juga datang dari sejumlah aktivis Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo, Kamis (30/10). Dengan tegas mereka menyatakan menolak rencana eksekusi terhadap tiga terpidana kasus bom Bali I. Menrut mereka, eksekusi tersebut tidak prosedural karena salinan penolakan Pengajuan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA) belum diterima oleh pihak keluarga dan Tim Pengacara Muslim (TPM).

Jika benar bahwa eksekusi tersebut dilaksanakan awal bulan ini, maka berdasarkan Pasal 8 Bab II UU No 2, TapPres Tahun 1964 yang ditetapkan menjadi UU No 5/1969 tentang tata cara pelaksanaan hukuman mati, disebutkan pembela terpidana atas permintaan sendiri atau klien mereka, dapat menghadiri pelaksanaan pidana mati.

Bagi kita yang secara tidak langsung merupakan ”pengamat politik” di negeri ini, tentunya tidak mau kalah dengan media-media asing yang dengan sungguh-sungguh mengikuti perkembangan jalannya proses menjelang, dan sesudah eksekusi ini.

Marilah kita nyatakan apresiasi, empati atau sikap kita atas peristiwa eksekusi ini. Saya tunggu apresasi Anda melalui komentar.


Views: 12293

Komentar (43)
RSS comments
1. 28-12-2008 00:55, 00:55
MATI SIA-SIA
Betul apa yang dikatakan oleh ABB dan juga mantan kepala BIN Z.Maulana dan Din Syamsuddin ( didepan TV), bahwa bom Bali l/ll,Hotel Marriott dan depan kedutaan Filipina adalah bom buatan CIA AMERIKA. Jadi Amrozi cs tidak mati sahit tetap hanya badut-badut yang mati sia-sia.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2. 13-11-2008 12:24, 12:24
Pernyataan yang sejuk
Bung Harsono, saya setuju dengan pernyataan Anda yang sungguh menyejukkan. Saya prihatin dengan perbuatan saudara saudara kita yang begitu enaknya membunuh sesama umat. Jelas mereka justru mencemarkan kebesaran agama Islam, Kenapa kita tidak menggugat dan membiarkan mereka yang mencemarkan Islam yang sebetulnya ajarannya penuh dengan rahmat dan persaudaraan. Kenapa kita sepertinya kecewa dengan tindakan dan hukuman Pemerintah terhadap Amrozy? Waspada dengan orang orang yang menyebarkan ajaran kebencian, dendam dan permusuhan. Yang sudah biarlah jadi bahan pelajaran yang pasti ada hikmahnya. Wahai terorist, berhentilah bermimpi karena kami semua ingin damai dan menikmati hidup ini dengan tenang.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
3. 12-11-2008 19:58, 19:58
hati hati dan was pada
apaun alasan nya esek kusi sudah dilak sanakan ,sekarangkita bentengi keluarga kita anak -anak kita saudara saudara kita dengan pengertian islam yang sesungguhnya.islam mengajar kan kasih sayang,bukan membunuh orangoran tak berdosa membikin orang cacat seumur hidup itu salah besar.dan jangan sekali-kali ter profokasi atas nama jihad nya abu bakar baasyir jalan sesat yang ia ajarkan ,mohon untuk direnungkan.apalagi ia bukan orang indonesia asli ,ia ingin menjadikan islam kita yang meng halalkansegala cara untuk mencapai tujuan nya.
Guest
4. 11-11-2008 22:44, 22:44
Proporsional
Wahai saudara-saudaraku! 
Penyiaran tvOne dan Globaltv adalah hal yang wajar dan tidak berlebihan. Bahkan itu merupakan tayangan alternatif yang bisa dinikmati oleh orang yang ingin mengetahui lebih jauh dan detail bagaimana prosesi eksekusi mati Amrozi cs. Terlepas apakah orang yang menonton itu simpatik atau empatik (apresiasi sepenuhnya diserahkan kepada penonton).
 
Sekarang banyak varian tayangan yang bisa dipilih sesuai selera di saluran tv yang ada. Bijaksanalah memilih acara yang ditayangkan. Mereka (tv) menayangkan acaranya sebagai suguhan buat kita, dan mereka tidak memaksa kita untuk menontonnya! 
Semuanya diserahkan kepada kita! 
Sekali lagi saya katakan: Bijaksanalah!
Registered
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
5. 10-11-2008 15:42, 15:42
test
ojo disensor
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
6. 10-11-2008 15:22, 15:22
Tidak perlu menghujat
@semua, jangan permasalahan eksekusi ini (sudah berlalu) dijadikan masalah baru bagi kita (saling hujat), kita sebagai warga Muslim kita hanya bisa berdoa semoga arwah ketiga mujahid itu mendapat ampunan dari Alloh SWT, kalau @semua mempermasalahkan korban 200 orang, bagaimana dengan korban “Peristiwa Poso” kebanyakan warga Muslim yang lebih dari 1000 orang ?, ini sudah berlalu mau diapakan, menurut saya yang lebih penting bagi sekarang, adalah bagaimana “koruptor-koruptor Negara” bisa juga dihukum mati, karena halnya kalau para koruptor dibiarkan berjalan berlenggang diatas muka bumi ini, niscaya banyak orang yang menjerit
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
7. 09-11-2008 04:53, 04:53
TPM....????
TPM (Tim Pengacara Muslim or Tim Pengacara Mabuk or Tim Pengacara berModalkan agama)???? Sudah tau orang bersalah tetap saja di bela.. Jangan2 TPM juga teroris yang menjadi kawan2 Amrozi, Cs.. Buat para TPM sadarlah bung, jgn krn ingin menaikkan pamor ikut2 membelah orang2 yang telah menghancurkan sesamanya (Masyakat Indonesia. TPM benar2 tahu hukum or mereka hanya belajar al-quran di pesanter lalu mengaku org tahu hukum lalu menjadi pengacara krn mereka mengatas namakan islam?????
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
8. 09-11-2008 04:23, 04:23
To : Ba'asir
"Ba'asyir mengatakan, putusan eksekusi tersebut merupakan putusan zalim yang dilakukan pemerintah dan tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya. "Jelas ini telah melanggar prinsip dasar hukum UUD 1945 Pasal 28 ayat (1) dan Pasal 1 KUHP," kata Ba'asyir".
 
Ba'asir2 lw tdk puas masuk penjara apa...??? Emang situ tuhan..??? Yang melakukan provokasi mengatasnamakan islam... Apakah membunuh sesama manusia yang diajarkan di dalam islam...?? Bekacalah ba'sir, lw udh bau tanah bukannya bertobat malah menjadi provokator. Apakah anda sadar diri kalau Lw itu hanya pendatang di indonsia dan bukan masyarakat asli indonesia.. Kenapa masyarakat indonesia terlalu mudah di bodoh2in oleh Asing. kita terlalu banyak mencaci maki amerika sedang si RAJa Setan Abu Bakar ba'asir juga orang asing yang melakukan provokasi perang agama di indonesia. Apakah kita memang masyarakt yang bodoh atau kita memang sudah mentuhankan si raja SETAN ABU BAKAR BA'asir???
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
9. 09-11-2008 04:04, 04:04
Mau jadi apa...??? Negara yang aneh ini.
Apakah hukum diindonesia terlalu mudah dijual or di lobby oleh TPM (tim pengacara muslim) or pemerintah indonesia takut dengan TPM..??? Atau jgn2 hukum di indonesia sudah di kebiri oleh TPM yang selalu mengatasnamakan agama islam...?? Wajar saja FPI bisa berbuat anarkis dimana2... Orang yang nyata2nya membom yang memakan banyak korban jiwa ratusan tidak berani ditindak, gimana kelompok SETAN FPI yang hanya melakukan perbuatan anarkis. Mana hukummu indonesia????? Jgn mempermalukan Negara dan Rakyat ini dimata dunia.. Apa krn ancaman pembunuhan SBY sehingga pemerintah kita tidak berani mengeksekusi ambrozi, cs.. Negara ini jangan terlalu mengatasnamakan Islam... Apakah orang muslim tidak malu mempunyai saudara2 (sesama orang muslim yang senang membunuh dengan mengatas namakan agama (membunuh orang sudah pasti masuk surga ???) Apakah agama islam tidak pernah diajarkan untuk saling mengasihi sesama manusia....?? negara ini bisa aman apabila Si Raja SETAN abubakar ba'asir mati or dia dihukum mati, krn dia adalah dalam dari segala kerusuhan di indonesia... Sampai berapa lama rakyat indonesia hidup dalam bayang2 ketakutan Raja SETAN ABU BAKAR BA'ASIR????
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
10. 08-11-2008 22:07, 22:07
dasar aneh !
SOLO- Menjelang eksekusi mati Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Gufron alias Muklas reaksi keras penolakan muncul di Kota Solo.
Seperti yang dilakukan ratusan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Jumat (7/11). Selepas shalat Jumat, mereka berjalan kaki dari Masjid Salamah, Tipes menuju Budaran Gladag.Keputusan eksekusi tersebut dinilai merupakan keputusan zalim. Karena hal tersebut dengan hukum Allah SWT juga tidak berdasar fakta yang sebenarnya.
Ustad Abu Bakar Ba’asyir selaku Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang juga ambil bagian dalam aksi tersebut mengatakan Imam Samudera, Muklas dan Amrozi, tidak melakukan pengeboman di Sari Club dan Padys Club di Bali.
Di atas adalah kutipan berita suara merdeka edisi Sabtu, 8 Nov 08.
Intinya adlh anjing2 macam Abu Bakar Ba’asyir dan kacung2-nya mrpkn makhluk hidup yg otaknya ada di fantat. Jd hati2 kalo' fantat mereka dipukul. BIsa2 mrk gegar otak !!!!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...