Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Takwa Mengatasi Krisis PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 2
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Aaqir   
31-10-2008,
Mencermati geliat gerakan manusia tiap saat yang kerap mewarnahi ruang-ruang lingkup realitas mereka, tindakan pada sebagian mereka tidak lagi mencerminkan sebagai tindakan dari manusia yang bertakwa. Dalam arti kurang berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-harinya sehingga banyak di antara mereka yang merasa bingung, susah, sedih serta diterpa himpitan dan kesulitan ekonomi yang terus berkurng; mereka tidak lagi menemukan alternatif jalan keluar.

Segala daya dan upaya untuk mengatasi hal itu telah dilakukan, strategi pun yang dilakukannya tidak lagi mampu keluar dari hiruk pikuk tersebut. Lalu, apa yang mereka lakukan pad langkah seterusnya, apakah ia harus diam seribu bahasa, putus asa dan tidak lagi punyak harapan masa depan untuk keluar dari jalur kesengsaran? Tidak...kesempatan di depan mata masih terbuka lebar untuk melakukan hal yang terbaik, menata dengan cermat hingga bisa keluar dari rongsokan kondisi tersebut yang tengah menghimpitnya.

Diingatkan bahwa kesengsaraan dan kesulitan apapun yang ia rasakan janganlah sampai membuat putus asa, kita yakin masih ada jalan keluarnya. Krisis semacam itu tentunya tidaklah mudah untuk mengatasinya, kita membutuhkan paya secara lambat laun namun pasti dan harus memilki prinsip dasar yang menjdi patokan.

Untuk itu, Allah SWT menawarkan satu tawaran kepada manusia yaitu “bertakwa”. Inilah yang saya sebutkan tadi sebagai function alternatif.

Allah SWT telah berjanji akan memberikan jaminan kepada siapa saja yang betul-betul melaksanakan tawaran tersebut keluar dari krisis multi deminsional termsuk krisis ekonomi dan kekecewaan. Kenapa takwa sebagai function alternatif? karena ini sebagi perinsip dasar yang akan menciptakan aktivitas yang idealnya mengacu pada kebahagiaan rohani dan jasmani.

Betapa urgennya takwa itu hingga banyak dalam ajaran islam menjelaskan tentang hal ini dan berkali-kali memerintahkan kepada kita untuk menanamkan konsep ini sehingga dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Takwa bukan sekadar kita berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari melainkan segala aktivitasnya sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam, baik yang berbentuk perintah maupun larangan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Di samping takwa dalam hati, harus ada upaya aktif dan komitmen pada konsep takwa secara kontinyu. Karena dengan konsep inilah manusia akan tahu eksistensi dirinya hidup di dunia, akan muncul sebuah keyakinan bahwa hanya Allah lah satu-satunya dzat yang memberikan jaminan kepada hambanya, memberikan pertolongan keluar dari kerisis tersebut dan manusia hanyalah berusaha. Hal inilah yang masih belum menjadi bahan instrospeksi diri di dalam diri manusia.

Namun kenyataannya, manusia banyak yang belum sadar dan belum tahu dari konsep tersebut sehingga terpaksa banyak yang ternodai dengan tindakan non-etis dan immoral. Implikasinya bukan hanya pada diri sendiri namun meluas pada masyarakat banyak bagaikan virus yang cepat menular menyebarkan penyakit. Oleh karena itu, jika mau keluar dari kondisi tersebut hendaklah kita mulai sekarang menanamkan aset spritual (takwa) pada diri kita sehingga kita dapat bertindak sesuai dengan haluan syariat.

Jika demikian maka krisis multi dimensionl yang selama ini menimpa kita cepat atau lambat dapat teratasi. Sebagimana Allah berfirman ”barangsiapa yang bertakwa kepda Allah maka Allah akan memberikan jalan keluar dan akan memebrikan rizki dari arah yang tidak terduga”. Dari pernyataan ini, marilah kita sama-sama membangun kehidupan diri kita di atas dasar ketakwaan, di mana pun dan dalam keadaan apapun janganlah sampai kita melepaskan takwa.

Rasulullah saw bersabda “bertakwalah kepada Allah di manapun Anda berada, dan ikutilah perbuatan jelekmu dengan perbuatan baik niscaya perbuatan baik itu dapat menghapus perbuatan jelek, berbudi pekertilah sesama manusia dengan budi pekerti yang baik”.

Insya Allah dengan takwa, rasa kecewa, sedih hati dan sulitnya ekonomi yang selama ini masih dirasakan akan tertolong.

Views: 3428

Komentar (1)
RSS comments
1. 16-05-2010 00:58, 00:58
+SATU PANDUAN YG AMAT BAIK
Ucapan tahniah kapada penulisnya,panduan yg diberi amatbaik,merupakan peringatan kapada mereka yg menghadapi krisis dlm kehidupan.wasallam.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Judul:
Komentar:



Kode:* Code


AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - All right reserved

Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...