Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Menolong Karena PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 9
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Arya Hermawan   
16-10-2008,
Delapan belas tahun lalu, pertama kalinya saya mendengarkan satu ayat al-Qur’an tentang perintah Islam untuk tolong menolong. Penyampainya Ibu Mulyani, guru agama SD kami. Sayangnya beliau saat itu tak menjelaskan secara detail bagaimana membedakan tolong menolong secara baik dan buruk, sehingga kami sering menganggap memberi contekan untuk teman adalah termasuk di dalamnya.

Pertanyaan sederhana itu baru terjawab kemarin, ketika bertemu dengan sahabat lama, Akmal namanya. Menolonglah karena menolong itu kebaikan. Begitu katanya. Dalam menolong, kita tak perlu memikirkan sebab akibat dari pertolongan kita. Tentu menolong yang dimaksud ialah ‘alal birri wat taqwa, dalam kebaikan dan taqwa.

Akmal menyisipkan sebuah kisah di masa Rasulullah SAW untuk meyakinkan saya. Baginda Rasul pernah kedatangan tamu yang mengaku tengah kelaparan, padahal Rasul-pun dalam kondisi tak mempunyai sedikitpun makanan untuk si Fulan. Baginda kemudian bertanya kepada para sahabat, “Siapa di antara kamu yang sanggup melayani orang ini sebagai tamu pada malam ini?”

Seorang dari kaum Anshar mengajukan diri “Wahai Rasulullah, saya sanggup”. Orang Ansar itu pun membawa si Fulan ke rumahnya. Ia menjelaskan kepada isterinya, “Orang ini ialah tamu Rasulullah. Kita mesti melayaninya dengan sebaik-baik layanan sesuai kesanggupan kita..”.

Isterinya menjawab, “Demi Allah! Sebenarnya tidak ada simpanan makanan, yang ada cuma sedikit, itu hanya mencukupi untuk makanan anak-anak kita”. Orang Ansar itu pun berkata, “Tidurkanlah anak-anak dulu. Hidangkanlah jamuan yang sedikit itu. Apabila kami mulai makan engkau padamlah lampu itu, sambil pura-pura membetulkannya kembali supaya tetamu itu tidak akan tahu hal sebenarnya”

Rencana itu berjalan lancar. Seisi keluarganya, termasuk anak-anak terpaksa menahan lapar semata-mata untuk melayani tetamu itu makan. Dan Allah memuji mereka dalam sebuah firman “Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan” (QS. Al-Hasyr : 9)

Makin kekini, makin langka orang yang melakukan hal itu. Sangat langka sekali. Ya, menolong orang tak dikenal seperti hanya menumbuhkan pohon trauma kepada kebanyakan kita. Yang ada kini, setiap orang asing yang bertamu di rumah kita (apalagi kalau peminta-minta), selalu ditanggapi negatif. Sikap ini terlahir dari sebuah tips dari acara televisi yang bertajuk informasi kriminal. Waspadalah, kata presenter acara itu.

Tidak salah memang untuk waspada. Kesalahan kita ialah ketika selalu ada sak wasangka bagi sesiapa yang menurut kita asing. Padahal kita tidak akan pernah tahu, siapa yang paling mulia dimata Allah, kita atau orang asing sehadapan kita.

Jangankan untuk orang asing, untuk orang yang kita kenal sekalipun, kita masih harus melihat dengan cermat perihal keuntungan dan kompensasi bagi kita serta bagaimana seharusnya si peminta tolong membalas budi baik kita.

Tentu menolong karena embel-embel diatas bukan mendatangkan hidangan kenikmatan syurgawi. Tapi menghapus benih-benih keikhlasan yang tak bisa dihargai dengan rupiah, dollar, atau mata uang lainnya.


Views: 5118

Komentar (4)
RSS comments
1. 19-11-2008 15:52, 15:52
Menolong untuk diri sendiri
Berharaplah untuk setiap pertolongan yg kita lakukan, adalah suatu (tabungan) pertolongan utk diri kita sendiri. Karena sesuatu yang baik akan di balas dgn kebaikan, dan sesuatu yang buruk akan di balas dgn keburukan pula. Allah maha adil, dan kita ga' boleh meragukan itu. Dan untuk kasus menolong tp malah di bantai, itu bukanlah hasil akhir. Masih bnyk kasus air susu di balas air tuba, tp bila itu yg selalu kita jadikan pegangan, maka tolong menolong akan menjadi suatu kelangkaan.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2. 05-11-2008 08:04, 08:04
menolong
saya setuju dengan sdr sutrisno. Dalam Tolong menolong itu kita juga harus waspada sebab suatu kebaikan belum tentu itu dianggap baik oleh yg kita tolong jaman sdh beda masa lampau dan sekarang.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
3. 04-11-2008 14:15, 14:15
menolong yang baik
kalau saya tdk salah dalam suatu Hadist yg saya lupa yang berbunyi tolonglah dirimu sendiri dan orang-2 terdekat kamu bila berkecukupan atau berlebih baru tolonglah orang lain dan janganlah kamu menolong dalam hal kejahatan, juga menolong berlebih-2an pd orang lain hingga mengorbankan diri sendiri juga keluarga dalam menolong pun kita harus waspada dan berhati-2 tak selamanya kebaikan yg kita berikan memberikan hasil setimpal bahkan bisa berbuah bencana dlm satu kasus di media diberitakan pembunuhan seluruh keluarga dilakukan seorang sahabat padahal sahabatnya beserta keluarga telah berbaik hati menolong ia dengan menampung ia dlm jangka waktu lama+menolong mencukupi kebutuhan hidupnya dan balasannya membunuh seluruh keluarganya dan ini fakta
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
4. 20-10-2008 13:29, 13:29
Menolong = melayani
Salah satu budaya masyarakat kita sejak dulu adalah menolong. Tentu saja menolong tanpa pamrih, tanpa imbalan dan tanpa ada maksud dan tendensi tertentu. Tapi masihkah budaya menolong itu hidup ditengah kepentingan individual, konsumerisme serta jaman serba bayar dan serba imbalan??. Lihatlah sekeliling kita. Semakin langka kita jumpai orang yang peduli dengan mereka yang tersesat dan butuh informasi. Adakah kepedulian kita saat ada mobil mogok padahal si sopir butuh orang yang mendorong ke tepi. Atau kita menunggu kalau dia mau bayar tenaga kita?? Pedulikah kita dengan orang cacat yang akan menyeberang jalan? Seharusnya kalau kita ingin menolong jangan melihat siapa yang akan kita tolong. Menolong sepatutnya dengan ikhlas tanpa butuh imbalan dan terima kasih. Pertolongan bukan hanya dalam wujud materi atau uang. Di saat seseorang curhat dan butuh perhatian kita bisa menolong dengan memberi perhatian serta memberi solusi tanpa nada menggurui.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Judul:
Komentar:



Kode:* Code


AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - All right reserved

Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...