Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Kasus Bunuh Diri Kian Marak PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 27
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Gendhotwukir   
13-10-2008,
Hati kita menjadi miris ketika mendengar saudara, tetangga ataupun orang yang jauh dari kita mengakhiri hidupya secara tragis dengan membakar diri, terjun dari ketinggian apartemen, gantung diri, minum racun, dan lain-lainnya.

Bunuh diri adalah gejala sosial pada masyarakat modern. Pluralisme (keberagaman) dan pembagian kerja pada masyarakat modern ini mau tidak mau ternyata mengakibatkan melemahnya kesadaran kolektif. Individualisme muncul ke permukaaan karena kekangan dan paksaan masyarakat atas individu berkurang. Ketika individu tidak siap untuk tampil dengan individualisme maka bisa saja ia menjadi linglung, individu kehilangan pegangan (anomi atau normlessness). Ketika kehilangan pegangan, ia lantas terbongkar keasliannya. Meski demikian, ada banyak faktor dari bunuh diri yang acapkali diabaikan.

Seorang sosiolog tersohor yang lahir di desa Epinal, Prancis Emile Durkheim (1857-1917) menggagas dengan tajam sebuah perbuatan pada masyarakat modern yang nampaknya paling individualistis yaitu bunuh diri. Ia mengiyakan bahwa perbuatan "bunuh diri" erat berkaitan dengan faktor predisposisi psikologis tertentu, faktor keturunan dan kecenderungan seseorang meniru orang lain. Meski demikian, ia  tidak puas dengan jawaban minimalis tersebut. Ia menangkap ada banyak kasus bunuh diri yang disebabkan oleh faktor sosial.

Dalam bukunya Le Suicide (1987) Durkheim merumuskan dan menguraikan secara gamblang tiga tipe bunuh diri yaitu bunuh diri egoistis, bunuh diri altruistis dan bunuh diri anomis. Penulis mencoba mengadaptasikan gagasan Durkheim dalam ranah sosial Indonesia.

Bunuh diri egoistis terutama disebabkan oleh egoisme yang tinggi pada orang yang bersangkutan. Egoisme adalah sikap individu yang tidak berintegrasi dengan grupnya, kelompoknya, kumpulannya, kumpulan agama dan sebagainya. Kalaupun ia berada dalam sebuah grup ia tidak total berada di dalamnya. Hidupnya tertutup untuk orang lain. Ia mengalienasi diri. Ia terutama memikirkan dan mengusahakan kebutuhannya sendiri. Tujuan hidupnya demi kepentingan dirinya sendiri.

Orang yang egoismenya tinggi begini ketika mengalami krisis tidak bisa menerima bantuan moral dari grupnya. Ia sendirian, tanpa relasi dan berada di luar grupnya. Kesendirian dan kesepiannya tak teratasi. Dunia menjadi gelap. Ia dengan mudah bisa terjerumus oleh sikapnya yang sudah egois untuk mengakhiri hidupnya. Orang yang egois cenderung untuk melihat segala sesuatu dari ukurannya sendiri, tanpa memandang dunia yang ternyata tidak hanya seluas daun kelor.

Bunuh diri altruistis dipahami sebagai kebalikan dari bunuh diri egoistis. Individu terlalu berlebihan dalam integrasi dengan grup atau kelompoknya hingga di luar itu ia tidak memiliki identitas. Kelompoknya adalah identitasnya. Pengintegrasian yang berlebihan biasanya berdimensi memandang hidup di luar grup atau dalam pertentangan dengan grup sebagai tidak berharga. Dalam konteks ini Durkheim mengambil contoh konkret orang yang suka mati syahid daripada menyangkal agamanya dan para prajurit dan perwira yang berani mati gugur demi keselamatan nusa dan bangsa. Esprit de corps kuat!  Kalau seorang anggota, yang berintegrasi kuat dengan grupnya, mengalami suatu hal yang membuat hidupnya dengan hormat tidak mungkin lagi di dalam grup, ia akan lebih cenderung mengakhirinya.

Bunuh diri akibat anomi. Anomi atau normlessness adalah keadaan moral dimana orang yang bersangkutan kehilangan cita-cita, tujuan dan norma dalam hidupnya. Nilai-nilai yang biasa memotivasi dan mengarahkan perilakunya sudah tidak berpengaruh. Adapun penyebab yang sering dijumpai yaitu musibah dalam bentuk apapun. Kehadiran musibah menghantam cita-cita, tujuan dan norma hidupnya sehingga ia mengalami kekosongan hidup. Hidup terasa tidak berharga. Pada kontek inilah, di Indonesia kasus bunuh diri meningkat tajam sehingga orang rela bunuh diri dengan membakar diri, gantung diri, minum racun dan sebagainya. Banyak orang kehilangan cita-cita, tujuan dan norma dalam hidupnya.

Keadaan anomi melanda masyarakat karena adanya perubahan sosial yang terlalu cepat. Nilai-nilai tradisional tidak mampu menjawabi persoalan-persoalan yang lahir dari perkembangan zaman. Di sisi lain juga dijumpai fakta bahwa suatu masyarakat yang tidak tidak peduli dan menjarak dari masa lampau dengan mengutamakan masa depan akan mudah terjerumus pada anomi. Dengan demikian perlu keseimbangan dalam melihat nilai-nilai yang ditawarkan oleh dunia. Nilai-nilai yang ditawarkan agama dari hari ke hari juga harus dinamis sesuai tuntutan jaman.

*Gendhotwukir, bergiat di Komunitas Merapi.



Views: 11895

Komentar (13)
RSS comments
1. 26-10-2008 16:23, 16:23
Jangan bunuh diri wahai yang sedang..
mencalonkan diri ntuk ngebunuh diri.Manusia dilahirkan secara alami dan atas kekuasaan-Nya bisa bilang OWEK-OWEK dengan lucu.Untuk itu marilah kita mati secara alami nantinya(Atas kehendak-Nya),dan jika dalam hidup ada banyak masalah itu adalah wajar karena orang hidup tak akan terlepas itu yang namanya 'MASalah 'atau 'MBAKalah'.Jangan cekik lehermu dengan tanganmu sendiri gara-gara hanya :1.putus pacar atau istri(suami),tapi cari yang lain lagi. 2.miskin.Hidup miskin kan dimata manusia dimata-Nya akan berarti lain.(Hidup jangan terbawa gengsi..tapi usaha dan berdoa)3.hatinya kosong.Makanya harus banyak usaha,berdoa dan meminta petunjuk-Nya.Kalau aku boleh ngomong mari hidup dengan murah senyum ,tanpa rasa SYUUDHAN (buruk sangka)terhadap yang lain dan selalu mengingat-Nya.Itu cara orang akan selamat dari 'mencalonkan diri untuk ngebunuh diri'....
Guest
2. 25-10-2008 17:17, 17:17
melu urun rembuk
Dadi wong iku kudu sabar lan narimo ing pandum to dulur, yen pengin mati mbokyo nunggu sing kuwoso, ojo mati sak kerepe dewe {bunuh diri} yen masalah ekonomi dadi dorongan pengen mati mbokyo usaha opo wae sing penting iso ngasilke duwet,yen males usaha ono ngomah yo lungo dadi TKI mengko yen muleh nduwe duwet akeh, dadi gak pingin bunuh diri ngono loh dulurrrrrrrrrrrrrrr. brovo TKI............................
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
3. 21-10-2008 18:07, 18:07
egoisme..
entah siapa kali manusia yang melakukan bunuh diri. tindakan bunuh diri dilakukan orang karena kepahitan hidup yang tak berujung dan tak sanggup lagi ditanggungnya. bangsa jepang paling dikenal dengan tindakan bunuh diri. lebih baik mati dari pada hidup menanggung malu atau menjadi pecundang sebagai alasannya. bunuh diri yang banyak terjadi saat ini di indonesia lebih banyak disebabkan oleh keputusasaan akan himpitan ekonomi. tameng terakhir dari ketahanan jiwa seseorang adalah spiritualitas. hidup dalam budaya egois membuat orang yang sulit mencari makan atau menghadapi kehidupan menyebabkan seseorang seperti tidak menemukan penolong. tindakan terakhir adalah mengakhiri hidup... nau-zubillah..
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
4. 21-10-2008 12:46, 12:46
ra mikir.....
saya aneh ma orang2 yang mo bunuh diri..
status sosial,perekonomian mepet,tetek benget jadi salah satu inspirasi manusia untuk berbuat seperti itu. bahwasanya kalo orang yang mengerti ttg agamanya masing2 termasuk agama islam sendiri sangat2 membenci dan allah tanpa melalui nisab di akherat langsung dimasukkan ke lubang neraka...
apakah ga ngeri mendengarnya.saya menghimbau untuk semuanya cb menerima apa adanya yang telah diberikan Tuhan
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
5. 21-10-2008 08:54, 08:54
bunuh diri tidak menyelesaikan masalah..
Kalau kita mengetahui orang yang bunuh diri itu sangat kita sayangkan, karna dengan orang melakukan bunuh diri , memang masalah di dunia ini terselesaikan. tapi perlu kita ingat bahwa permasalahan di dunia tidak akan selesai. malah akan bertambah masalah. karna dengan bunuh diri suatu perbuatan dosa besar, di mana Tuhan tidak akan mengampuninya sampai di akhirat nanti.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
6. 21-10-2008 07:02, 07:02
Hukuman mati
Buat mengurangi jumlah orang yg bunuh diri.Buat aja UU yg mengancam pelaku bunuh diri dengan hukuman mati.
Guest
Semprul
7. 20-10-2008 19:31, 19:31
komentar goblox
komentar2 yg ada tuh kayaknya pada goblox semua ya. lu diam aja daripada lu ngomong seolah2 lu tau dengan pasti apa sebab dan bagaimana rasanya. walaupun orang pny harta, jika mereka merasakan kehampaan hidup, nothing to live for, then, it means there's no life for them. kenapa harus hidup tanpa tau arah ..... agama?? i've no comment.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
8. 20-10-2008 18:54, 18:54
Bunuh diri,....? nggak Gentelman
Orang yg mau bunuh diri itu adalah orang yg nggak mau manfaatin otak yg di berikan oleh Tuhan kpd mita,berfikirlah Mati bukan akir dri Segalanya wahai manusia
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
9. 17-10-2008 20:35, 20:35
Bunuh diri adalah kegagalan dalam perjua
Bunuh diri adalah wujud gagal dalam berjuang. Orang bunuh diri itu kalo ngga karena ngga ada duwit pasti karena di khianati itu saja. Makanya untuk semua orang usahakanlah untuk punya duwit dan menjadi orang yang bisa dipercaya.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
10. 16-10-2008 08:23, 08:23
Tindakan Terbaik Adalah BUNUH DIRI
Dengan bunuh diri kita dapat mengakhiri semua nya. Tidak ada yang perlu di selesaikan, karena kita tidak akan sanggup menyelesaikan nya..
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya


Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...