Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

Artis Perempuan dalam Politik PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 9
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Muhajir Arrosyid   
22-09-2008,
Indonesia adalah negara demokrasi, pergantian pemimpin berlangsung melalui proses-proses politik dan diberi wadah berupa pemilihan umum atau yang lebih dikenal dengan pesta demokrasi.

Saat ini banyak artis perempuan Indonesia terjun dalam dunia politik, baik tingkat nasional maupun tingkat daerah. Mereka masuk dalam ranah eksekutif maupun legeslatif.

Artis-artis tersebut antara lain; Nurul Arifin, Angelina Sondakh. Venna Melinda, Marissa Haque, Evie Tamala, Wulan Guritno, Rike Diah Pitaloka, Ayu Soraya, dan Diastari Kurnia Kusumawardhani.

Artis perempuan dari masa orde baru sudah terlibat dalam panggung politik. Keterlibatan mereka dari hanya menjadi juru kampanye, penghibur massa, sampai menjadi calon anggota legeslatif. Bahkan dalam Pilgub Banten 2006 aktris Marissa Haque masuk daftar sebagai cawagub.

Pedangdut Evie Tamala yang sekarang bergabung dengan PPP mengatakan bahwa dulu artis terlibat dalam pemilu hanya sebatas sebagai subjek kampanye dan penghibur massa. Artis Nurul Arifin yang sekarang bergabung dengan Partai Golkar menyatakan keterlibatan artis dalam politik pada masa lalu hanya sebatas vote getter atau pengumpul massa.

Menurut pengakuan para artis tersebut, banyak ragam motivasi artis perempuan masuk dalam politik praktis. Menurut artis Angelina Sondakh, keterlibatan artis di dunia politik bukan persoalan aneh. Artis memiliki hak yang sama dalam berpolitik, sebagai mana elemen masyarakat lainnya.

Artis Venna Melinda yang sekarang menjabat sebagai humas Forum Seniman Perempuan Partai Demokrat ingin masuk dunia politik karena ingin memperbaiki nasib perempuan.

Artis Rieke Dyah Pitaloka yang dulu berada di PKB kini membawa payung PDI-P merasa punya kapasitas sebagai penggodok kebijakan. Rieke yakin para artis terjun ke dunia politik karena mempunyai kemampuan.

Tangung Jawab Politik

Hendaknya artis perempuan Indonesia perlu berhati-hati ketika terjun ke dunia politik. Jangan sampai keterlibatannya hanya di dimanfaatkan tanpa memberi peran apapun seperti selama ini terjadi dalam bidang-bidang lain.

Tugas politik adalah tugas yang mulia namun berat. Beban yang diemban oleh politikus adalah menangung masa depan bangsa dan negara. Maka, bagi artis perempuan dan bagi partai politik jangan main-main dalam hal ini.

Pemilihan umum atau Pilkada adalah wujud dari penyaluran aspirasi rakyat. Maka pemimpin yang terpilih dalam Pemilihan Umum adalah pemimpin yang di kehendaki sebagian besar rakyat.

Politik melalui pemilu adalah harapan rakyat untuk nasib Indonesia atau nasibnya sendiri sebagai warga Indonesia akan lebih baik pada masa yang akan datang.

Calon pemimpin adalah seseorang yang memiliki visi dan misi tertentu, program-program tertentu untuk di tawarkan kepada khalayak.

Di tingkatan nasional, visi, misi, dan program – progam ini rencananya akan di laksanakan oleh para politikus untuk kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, dan kemajuan Negara Republik Indonesia.

Di tingkatan daerah visi, misi, dan program – progam ini rencananya akan di laksanakan oleh para politikus untuk kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, dan kemajuan daerah.

Artis perempuan Indonesia yang memutuskan terjun dalam dunia politik juga harus memiliki visi, misi, dan program-program tidak hanya bermodal tampang dan senyum belaka. Visi, misi, dan program lahir dari pemikiran dan pengamatan yang mendalam atas kondisi negara.

Politik Perempuan
Teori klasik Aristoteles, politik diartikan sebagai usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Selama ini masih banyak terjadi diskriminasi yang terjadi.

Kaitannya  dengan perempuan, saat ini masih banyak terjadi diskriminasi terhadap perempuan. Kaitanya dengan artis, sekarang ini terjadi diskriminasi antara elit dan rakyat. Artis masuk kalangan elit yang mendapat perlakuan lebih dibanding rakyat biasa. Tugas Artis perempuan sekaligus politikus adalah  mewujudkan kebaikan bersama dengan mengikis diskriminasi- diskriminasi tersebut.  

Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Artis perempuan Indonesia hendaknya memikirkan nasip perempuan Indonesia seluruhnya. Masuknya mereka dalam kancah politik baik di eksekutif maupun legeslatif hendaknya mewakili suara perempuan Indonesia pada umumnya. Rumuskan kebijakan yang memihak perempuan, bagi yang terjun dikancah legeslatif. Laksanakan kebijakan yang memihak kepentingan perempuan bagi masuk dalam kancah eksekutif. Masih banyak sekali masalah-masalah perempuan Indonesia yang mendesak segera di selesaikan.

Muhajir Arrosyid, editor IKIP PGRI Semarang Press


Views: 6400

Komentar (4)
RSS comments
1. 28-04-2010 15:47, 15:47
skiranya aku bisa meludahi muka mreka,anjing2 yg brebut politikmgkin aku akn sgt puas.emg gmpang apa memegang amnah,smntra gya hdup mreka ga lbih sprti bnatang,gtu mw mimpin rakyat,korupsi&cri popularitas iya...,mga bsa smpe kemereka.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2. 26-02-2009 06:49, 06:49
renungkan
perempuan sebenarnya memang memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun bangsa. salah satunya adalah mendidik anak agar menjadi generasi yang sehat secara pemikiran dan jasmani nya. agar menjadi penerus yang tidak dituruni penyakit-penyakit penguasa saat ini. sehingga dapat menjadi bangsa yang bermartabat dan kuat. perempuan bagaimanapun tidak bisa melupakan kodratnya sebagai ummu wa robatul bait.
Guest
puput
3. 23-09-2008 15:53, 15:53
jujur dan serius
Saya sgb kaum hawa sangat mendukung mereka asal tujuannya luhur, jujur dan serius, buat menjunjung dan memerdekakan kaum hawa pada umumnya.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
4. 23-09-2008 10:51, 10:51
jujur dan serius
Memang tidak salah para artis merasa 'terpanggil' untuk turut serta bersama-sama memikirkan nasib bangsa.
Yang jelas mereka harus belajar banyak untuk masalah yg satu ini (politik). Tentu saja ranah politik tidaklah sama dgn ranah entertainment, bahkan bisa dikatakan sangat bertolak belakang.
Rasanya akan membutuhkan perhatian yg sangat serius dr mereka jika benar-benar ingin mengabdi pada bangsa dan negara.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Judul:
Komentar:



Kode:* Code


AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - All right reserved

Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...