Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   

UM Undip Bayar Mahal PDF Cetak E-mail
Penilaian Pembaca: / 51
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Ayu Puspitasari   
19-04-2008,
Mengenyam pendidikan di perguruan tinggi merupakan keinginan banyak orang, terlebih perguruan tinggi terkemuka semacam Undip. Namun sayang sekali, biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa terdaftar sebagai mahasiswa di kampus itu sangat mahal. Apalagi bagi calon mahasiswa yang mendaftar melalui Ujian Mandiri Universitas Diponegoro (UM Undip) yang telah dibuka pada 1-29 Februari dan tes masuknya akan dilaksanakan pada 4 mei mendatang.

Besar Sumbangan Pengembangan Manajemen Pendidikan (SPMP) yang harus dibayar calon mahasiswa apabila telah diterima bervariasi, tergantung jurusan yang diambil. Sebelum mendaftar, para calon mehasiswa diharusken mengisi nominal sumbangan yang akan diberikan, berkisar antara 5 hingga 50 juta. Itu hanya batas minimal saja.

Hal itu tentu meresahkan. Sebab, para pendaftar khawatir jumlah nominal sumbangan yang mereka tuliskan akan mempengaruhi diterima atau tidaknya mereka sebagai mahasiswa. Para orangtua juga was-was, karena uang sumbangan itu harus segera dibayarkan setelah anaknya dinyatakan diterima di Undip.

Selain uang sumbangan, ternyata masih banyak lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi mahasiswa Undip. Komponen Biaya Pendidikan terdiri dari Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP), Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), dan Praktikum Responsi dan Kegiatan Penunjang (PRKP). Coba kita simak biaya kuliah tahun 2008:
1. SPP per semester, Rp. 875.000
2. SPI  (dibayar sekali selama studi), Rp. 2.250.000
3. PRKP per semester, Rp. 125.000-5.000.000, bervariasi untuk tiap program studi.

Dengan besarnya biaya yang mesti dikeluarkan, selayaknya mahasiswa Undip mendapatkan fasilitas serta kualitas pendidikan yang sepadan.


 


 

Views: 14150

Komentar (21)
RSS comments
1. 06-03-2010 03:51, 03:51
?????????????????????????
Wadowww..........
 
Kok masih aja banyak yg membela y? 
Kalo pengen Indonesia maju justru harus menerima kritikan....dengan kritikan itu bisa di adakan perbaikan!!! 
DI KRITIK KOQ GA' MAU???
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2. 27-01-2010 07:32, 07:32
masuk UNDIP?
biaya per semesternya di bayarnya boleh nyicil persemester gg? 
:zzz
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
3. 01-08-2009 06:02, 06:02
mahal itu relatif
mahal itu tergantung orangnya kan..
waloupun emang ga bisa terjangkau semua orang :cry, tapi menurut saya masih lumayan. saya masuk tahun ini lewat UM, waktu mendaftar SPMP saya tulis Rp0, tapi thx GOD, bisa diterima kok. lumayanlah ga harus bayar SPMP, jadi cma bayar 4 jutaan. walopun menurut saya masih mahal...
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
4. 15-04-2009 16:05, 16:05
emng um undip dah pasti masuk?
sesuai judul wa diatas apa emng setiap ujian UM di setiap2 di PTN di Indonesia udah pasti diterima ya? walaupun nilai testnya tinggi!!!
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
5. 08-04-2009 09:06, 09:06
undip relatif murah tapi ga merakyat....
akhirnya undip ikut2an buka um yang mahal.... q mahasiswa undip... saya orang temanggung, dulu masuk undip karena menghindari um ugm pada tahun 2005 yang juga mahal.... waktu itu undip masih relatif lebih murah sekali... kecewanya dengan pelaksannan UM UNDIP tahun ini tuh adanya ketidakjelasan proporsi mahasiswa yang diterima lewat UM maupun yang lain... Harusnya proporsi penerimaan lewat UM harus kecil sekali dengan biaya masuk yang sangat tinggi...
biarlah UM untuk orang2 kaya tetapi hanya sedikit yang masuk... kuota untuk orang2 pas2an bahkan miskin juga jangan terlalu kecil kayak sekarang.... 40% lah, biar UNDIP masih pantas disebut kampus rakyat, kampus negeri., kampuse wong cilik.... bagaimanapun juga UNDIP dibangun dengan uang rakyat... rakyat dari berbagai macam golongan... Makanya untuk pejabat UNDIP tolong keadilan untuk pendidikan tinggi diperhatikan, berilah kesempatan untuk pemuda-i dari keluarga sedang bahkan kurang untuk meraih cita-cita di perguruan tinggi....
Guest
ekabul
6. 02-03-2009 21:59, 21:59
pengertian
tolong dimengerti yaa,, PTN itu sekarang udah ga disubsidi sama pemerintah.. jadi nyari duitnya sendiri.. untuk praktikum tuh butuh biaya besar.. kalo mau murah ya ikut SNMPTN aja.. wong kalo pinter bakalan masuk toohh.. jadi uang UM UNDIP yang mahal itu buat subsidi silang anak2 yang masuk lewat jalur SNMPTN.. jadi bagi saya orang2 kecil pintar tetep bisa ko ngelnjutin sekolah,, biayanya ya dari subsidi silang orang2 kaya pintar itu.. jadi saya rasa bisa dipahami..
kalo ga dari siswanya.. UNDIP mau nyari duit darimana lagi buat pembangunan nya coba.. mau,,lagi asik2nya kuliah tiba2 gedung nya bobrok.. hayooo..
Guest
someone
7. 27-08-2008 11:34, 11:34
Jangan kuliah di UNDIP donk....?
saya tahu anda pasti ikut ujian di UNDIP kan? kalau sudah tahu mahal, kenapa masih saja ngotot mau kuliah di UNDIP? dari dulu juga mahal neng....! makanya kuliah di PT yang biasa-biasa saja, sesuai dengan kemampuan (OTAK & EKONOMI). contohnya IAIN WALISONGO semarang...selain murah, asyik lagi........coba saja. agama dapat...ilmu umum juga dapat. mau pilih yang mana?
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
8. 29-06-2008 15:03, 15:03
emank benar bos undip mahal
ya bukan undip kalo g mahal.tapi kita harus sadar juga,hari gini biaya murah untuk belar.mungkin dengan mahalnya biaya undip,kualitas dan kuantitas akan lebih bagus dari tahun ketahun,tapi undip jangan keseringan aja menaikkan tarif,soalnya banyak anak indonesia yang punya otak yang cerdas yang belum muncul ke permukaan bumi tepatnya diindonesia.ya mga2 dengan naiknya tarif.undip bisa lebi maju dan bagus.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
9. 23-06-2008 23:24, 23:24
Bukan UNDIP yang salah tapi pemerintah O
saya rasa undip tidak salah, pada kenyataannya biaya yang semahal itupun sebenarnya masih sangat kurang. bayangkan seorang s1 teknik kimia membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dari yang dibayar kepada universitas. hal ini bisa dilihat dari BOP. 800ribu satu semester, anak sekolah saja bisa 1,5 juta. biaya praktek memang dibutuhkan untuk membeli bahan yang harganya sangat bergantung pada keseimbangan pasar dunia. mental orang indonesia yang bobrok memandang dari permukaan saja. kalau dari jaman orba tidak dibangun universitas yang terlalu banyak, membuang uang hutang untuk mensubsidi rakyat yang ga ngerti tujuan kuliah apa, dan lebih mengutamakan sekolah kejuruan dan pendidikan profesi, tidak akan semasalah ini. lihat negara maju, 30% saja dari siswa sekolah menengah atas yang melanjutkan ke universitas. sisanya tentu pendidikan profesi. mudah, murah, siap kerja, dan tetap terbuka prospek untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. di indonesia? smk dan stm mati. orang pilih sma, belum tentu bisa lanjut kuliah, apalagi kerja. 80% lulusan SLTA nyari perguruan tinggi. bodoh kan! padahal kalau gak bisa atau ga mampu bayar mereka punya kemampuan apa? jadi tidak benar kalau UNDIP atau perguruan tinggi lain nyari duit berlebihan. mereka cuman berusaha tetap hidup sebab biaya operasionalnya sangat besar. saya sendiri mengalami karena saya masih belum mendapatkan bangku kuliah. jadi saya mengerti bagaimana tololnya orang indonesia termasuk saya yang memilih SMA. dan mengenai peringkat 400 dunia kita punya 4 wakil, diantaranya ui, ipb, unair, satu lagi lupa. jadi tidak salah UNDIP itu. jangan salahkan UNDIP saja.
Guest
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
10. 22-06-2008 12:53, 12:53
is there something wrong with us?
menurut gw universitas yang mengaku dirinya keren itu gak boleh semena_mena kasih tarif buat calon mahasiswa ,macam angkot aja. mau alasan sumbangan ato apalah tetep aja paling yang diterima yang kasih duit gede,realistis aja gak usah munafik .duwit banyak bukan jaminan mutu penddkn bagus to .kalo mo daftar aj dah di todong pake tabel sumbangan yg bjuta juta orang udah minder duluan.pendidikan kok buat dagangan, ndak ada itu ndak ada...!
Guest


Home   Budaya   Wisata   Kampus   Politik   Kuliner   Agama   Berita   Tips   Pewarta   
©2008 SuaraWarga - Suara Merdeka CyberNews Groups
Groups
Suara Merdeka

PENCARIAN
ANGGOTA





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
TERPOPULER
TERBAIK
POLING
KOMENTAR TERBARU
apakah ini yang dinamakan cinta kadang terkadang bikin set...
selengkapnya...

untuk lamanya kuliah berapa lama ya? dan untuk biyaya masukn...
selengkapnya...

Tidak semua MLM itu haram,kita perlu mengamati dengan teliti...
selengkapnya...

Karena karyawan JNE cimone-tangerang menyempelekan komplain ...
selengkapnya...

Yang ingin diskusi tentang kebudayaan Jepang, bisa hubungi n...
selengkapnya...